Ketika Bingung Memilih 1 yang Harus Dilakukan Terlebih Dahulu

DjieQuote

Terkadang, saya berada di situasi saat memiliki banyak hal yang ingin saya lakukan, namun bingung dikarenakan keterbatasan waktu dan lain hal, saya harus memilih salah satu. Situasi yang kurang lebih terangkum dalam satu pertanyaan, “Bagaimana membedakan antara hal yang benar-benar penting dengan yang sekadar ingin?”

Dari pengalaman saya selama ini menemui situasi yang serupa, kalau saya mengalaminya lagi, saya belajar untuk berhenti sejenak, lalu bertanya kepada diri sendiri, “Di antara tumpukan keinginan ini, keinginan mana yang sebenarnya paling penting, paling memberikan manfaat?”. Jawabannya bukan berarti selalu berkaitan dengan sesuatu yang paling mendesak. Tetapi, lebih ke apa yang paling memberikan manfaat untuk hidup ini.

Kalau pas tidak yakin, biasanya saya hanya mengikuti hati nurani. Sehingga saya tidak perlu terlalu lama memikirkannya. Toh, pilihan saya tidak harus sempurna. Saya hanya ingin memilih apa yang ingin saya pilih.

Sebagai murid di jalan keheningan, yang paling penting adalah berlatih hening, belajar sebanyak dan sedalam mungkin tentang hening, termasuk segala yang berkaitan dengannya, lalu membagikannya melalui berbagai cara. Bagi saya, ini lebih bermanfaat daripada terus-terusan baca berita politik, bermain media sosial, bercanda, ikut berkomentar seolah menjadi ahli pada berita yang sedang hangat diperbincangkan, dan sebagainya. Sesekali tidak masalah, asalkan tidak kebablasan.

Saya masih terus belajar melakukan ini melalui percobaan dan tentu saja kesalahan. Mungkin cara yang saya lakukan ini tidak bisa dipukul rata, belum tentu bakal sesuai untuk semua orang. Kadang pun saya masih tersenyum sendiri melihat ketidakselarasan antara keinginan dan kelakuan diri ini. Lucu.

Merebaknya media sosial menjadi salah satu pemicunya. Misal: saya sebagai murid hening, tapi setiap hari lebih banyak waktu yang saya gunakan untuk nimbrung ikut ngobrol bicara PilKaDa, daripada berlatih tentang bagaimana cara menenangkan pikiran. Atau setiap hari lebih banyak waktu yang saya gunakan untuk mengomentari strategi paslon, ditambah menyebar berita bernada benci mengenai pihak lawan, daripada belajar mengenai ikhlas memaafkan. Itu sebagian kecil contohnya, masih banyak lagi lainnya.

“Sekarang ini, banyak manusia tidak bahagia bukan karena tidak punya impian. Tapi karena terlalu banyak keinginan, lalu bingung memilih mana yang terpenting.”

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Archive

Download 4 Ebook gratis di: Download 4 Ebooks Gratis Karya Adjie Silarus