Mengapa Kita Butuh Jalan-jalan Ke Dalam Diri?

 

yin yang - jalan2kedalamdiri

 

Ser­ingkali raga atau tubuh kita di masa kini, tetapi piki­ran kita melayang dan mengem­bara ke masa lalu dan masa depan. Entah karena menye­sali kenan­gan pahit atau ter­jerat ingatan yang indah maupun bermimpi berlebi­han atau khawatir segala yang belum pasti terjadi.

Orang-orang yang kita anggap sudah memenuhi syarat untuk merasa bahagia, punya harta kekayaan yang begitu mewah, sudah terkenal dan punya kuasa untuk memberikan perintah serta banyak yang mencintai tak kenal lelah, tetapi mengapa tetap saja tak merasa bahagia bahkan ada yang nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Kita menyadari bersama, sekarang kita seringkali merasa sulit untuk melepaskan dan merelakan pergi. Kita sekarang juga mudah marah dan lemah untuk menunggu dengan sabar.

Selain itu, kita sudah tahu bahkan hafal pesan baik tentang mensyukuri hidup ini. Tapi kita jarang menerima segala yang sudah ada dengan penuh rasa syukur, malah kita semakin hari semakin serakah tak tentu arah.

Kita pun lekas bosan. Apakah ini semua karena kita hidup di era di mana saat ada sesuatu yang rusak maka kita lebih memilih untuk menggantinya daripada memperbaikinya?
Bahkan tingkat perceraian dalam pernikahan pun semakin tinggi tak terkendali.

Mengapa itu terjadi?

Karena seperti yang kita rasakan bersama sekarang bahwa hidup kita timpang, tak seimbang. Lebih sering hanya dipenuhi dengan perjalanan ke luar diri (doing – yang), tapi lupa, baik sengaja maupun tidak, untuk melakukan perjalanan ke dalam diri (being – yin). Padahal hidup ini butuh keseimbangan.

Tak hanya terus bergerak (doing – yang), tapi juga butuh diam dalam hening (being – yin).

Bayangkan seandainya kita mampu mengelola tantangan yang tak kunjung henti ini menjadi bekal untuk memperbaiki diri. Pasti akan terjadi kehidupan yang lebih baik, dimulai dari dalam diri setiap orang. Tak akan ada revolusi mental dalam skala yang besar tanpa dimulai dari revolusi dalam diri setiap orang, dalam tingkatan setiap manusia.

Usaha untuk mengelola tantangan kehidupan modern tersebut sebaiknya kita lakukan sepanjang hidup dengan sabar dan tekun.

Den­gan luangkan waktu untuk melakukan perjalanan ke dalam diri maka piki­ran kita akan sadar penuh dan hadir utuh bersama tubuh di saat ini, di sini-kini sehingga kita akan :
– lebih fokus dalam berkarya
– lebih mudah men­gubah kebi­asaan buruk men­jadi kebi­asaan baik
– mem­pun­yai sudut pan­dang yang bijaksana dan menerima diri apa adanya
– lebih mampu menc­in­tai sehingga mem­per­erat hubun­gan den­gan orang-orang yang kita cinta
– punya daya untuk men­cip­takan ketenangan dan keba­ha­giaan, bahkan dari kesederhanaan.

Dapatkan cerita inspirasi dan tips untuk mencipta BAHAGIA secara sederhana dengan gabung GRATIS di #BuletinSejenakHening.

Caranya: Tuliskan emailmu di kotak bawah ini lalu klik "subscribe" sehingga secara berkala, kamu akan mendapatkan email dari saya.