Meditasi Vipassana Memurnikan Pikiran & Meningkatkan Konsentrasi

Med­i­tasi Vipas­sana meru­pakan sebuah cara med­i­tasi untuk memurnikan piki­ran manu­sia. Med­i­tasi Vipas­sana dapat meningkatkan kon­sen­trasi piki­ran, mem­buat piki­ran jauh lebih jernih, juga meningkatkan kesabaran mem­buat orang yang telah melakukan med­i­tasi ini jauh dari rasa marah, cem­buru dan iri hati.

Vipas­sana yang dalam bahasa Sansek­erta berarti meli­hat sesu­atu apa adanya dan bukan seperti apa yang dike­hen­daki. Dimana Med­i­tasi Vipasana ini bersi­fat uni­ver­sal dan tidak ada hubun­gan­nya den­gan sekte agama ter­tentu karena tujuan­nya murni untuk men­ca­pai kehidu­pan yang har­mo­nis dan baha­gia di alam semesta.

Med­i­tasi Vipas­sana ini berasal dari India. Sete­lah lama menghi­lang, med­i­tasi Vipas­sana dite­mukan kem­bali oleh Bud­dha Gau­tama lebih dari 2.500 tahun lalu. Teknik ini adalah proses pemurn­ian diri melalui penga­matan diri sendiri.

Kita dapat mem­u­lainya den­gan menga­mati per­na­pasan alamiah untuk memusatkan piki­ran. Den­gan kesadaran yang diper­ta­jam, selan­jut­nya kita menga­mati sifat jas­mani dan batin yang senan­ti­asa berubah dan men­galami kebe­naran uni­ver­sal ten­tang keti­dakkekalan, pen­der­i­taan, dan tanpa ego. Mere­al­isasi kebe­naran den­gan pen­gala­man lang­sung itu­lah yang dise­but proses pemurnian.

Teknik Med­i­tasi Vipassana

Med­i­tasi Vipas­sana bertu­juan men­cabut secara total keko­toran men­tal dan meng­hasilkan keba­ha­giaan tert­inggi. Penyem­buhan bukan hanya pada penyakit. Pem­be­basan pen­der­i­taan manu­sia adalah tujuan utamanya.

Hal ini bisa dialami lang­sung den­gan per­ha­t­ian yang serius pada sen­sasi tubuh, pada yang mem­ben­tuk kehidu­pan tubuh ini, serta pada yang terus-menerus berhubun­gan dan mem­ben­tuk kehidu­pan batin. Per­jalanan den­gan dasar penga­matan, pen­je­la­ja­han diri sendiri ini­lah yang mem­bawa ke akar batin dan tubuh, melarutkan keko­toran men­tal, dan meng­hasilkan batin yang seim­bang, penuh cinta dan kasih.

Teknik med­i­tasi ini menga­mati diri sendiri dan mem­beri kita keny­ataan dalam dua aspek, yaitu dalam dan luar. Sebelum­nya, sese­o­rang selalu meli­hat den­gan mata ter­buka lebar, mele­watkan kebe­naran di dalam dirinya.

Pelati­han Med­i­tasi Vipassana

Untuk mem­pela­jari teknik Med­i­tasi Vipas­sana biasanya cukup den­gan mengikuti pelati­han Med­i­tasi Vipas­sana selama kurang lebih 10 hari. Selama mengikuti pelati­han memer­lukan kerja keras dan serius agar benar-benar merasakan manfaatnya.

Ada tiga taha­pan dalam mengikuti med­i­tasi Vipassana.

Per­tama, tidak melakukan tin­dakan fisik atau uca­pan yang meng­ganggu kedama­ian serta kehar­mon­isan orang lain.

Sese­o­rang tidak bisa mem­be­baskan keko­toran batin­nya bila ia terus melakukan per­bu­atan yang hanya mem­per­banyak keko­toran. Jadi, atu­ran moral ini pent­ing seba­gai tahap awal lati­han. Kemu­dian ber­janji tidak mem­bunuh, tidak men­curi, tidak berhubun­gan seks buruk, tidak berbo­hong, tidak mabuk. Den­gan mematuhi atu­ran terse­but di atas, seo­rang bisa mene­nangkan batin­nya untuk melakukan tugas-tugas selanjutnya.

Kedua, mengem­bangkan pen­guasaan atas piki­ran liar den­gan melatih untuk tetap pada satu objek, men­garahkan per­ha­t­ian pada napas selama mungkin. Ini bukan­lah lati­han per­na­pasan karena napas tidak diatur, seba­liknya napas yang alami dia­mati seba­gaimana adanya sewaktu napas masuk dan keluar.

Den­gan cara ini piki­ran dite­nangkan, sehingga tidak dikua­sai oleh kenegat­i­fan yang kuat. Pada waktu yang sama, piki­ran dipusatkan, mem­bu­at­nya men­jadi tajam dan berguna untuk usaha pencerahan.

Dua taha­pan per­tama, kehidu­pan yang bermoral dan pen­guasaan piki­ran, adalah san­gat pent­ing dan berman­faat. Namun, hal itu akan mem­bawa pada penekanan diri, kecuali mengam­bil tahap ketiga, memurnikan keko­toran piki­ran den­gan mengem­bangkan pencer­a­han ke dalam diri seseorang.

Pada tahap ketiga ini peserta dia­jak bela­jar med­i­tasi cinta kasih atau niat baik ter­hadap semuanya. Kemurn­ian yang berkem­bang selama kur­sus dibagikan kepada semua makhluk.

Lebih banyak teknik med­i­tasi ini diprak­tikkan, lebih banyak pem­be­basan dari pen­der­i­taan, dan lebih dekat pada tujuan akhir, yaitu pem­be­basan penuh.

Med­i­tasi Vipas­sana yang dilakukan secara ter­atur tidak hanya bisa menyem­buhkan penyakit jas­mani. Seba­gai hasil dari pemurn­ian batin, banyak penyakit psiko­so­matik (penyakit yang sum­bernya dari batin, tetapi gejalanya tim­bul pada jas­mani) dapat disembuhkan.

Sesung­guh­nya Vipas­sana adalah sebuah seni hidup yang mem­basmi tiga penye­bab dari semua keti­dak­ba­ha­giaan, yaitu nafsu keing­i­nan, kemara­han, dan ketidaktahuan.

Den­gan med­i­tasi terus-menerus akan mem­be­baskan kete­gan­gan yang ditumpuk dalam kehidu­pan sehari-hari, mem­buka belenggu kebi­asaan lama yang bereaksi den­gan cara yang tak seim­bang ter­hadap situ­asi yang menye­nangkan maupun yang tidak menye­nangkan. Melakukan Med­i­tasi Vipas­sana akan mengem­bangkan energi posi­tif dan kre­atif demi penyem­pur­naan indi­vidu dan masyarakat pada umumnya.

sum­ber: kompas.co.id

Categories: Blog and Meditasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge